Menuju Birokrasi Lebih Berdampak melalui Servant LeadershipWebinar ASN Belajar dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. "UU No. 25 Tahun 2009 menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan setiap warga negara atas barang, jasa atau pelayanan administrasi" ucap Dr. Ramliyanto, S.P, MP. Disampaikan juga fakta bahwa pelayanan publik masih belum sesuai dalam memenuhi kebutuhan bangsa, maka dari itu ini menjadi tugas kita bersama.Pemaparan pertama oleh Dr. Ajib Rakhmawanto, S.IP, M.Si yang dibuka dengan tujuan reformasi birokrasi. Dijelaskan pula dalam transformasi birokrasi Indonesia meliputi segi organisasi, SDMA, dan sistem kerja. "Kepemimpinan Pelayan adalah sebuah proses dari seorang pemimpin dalam memberikan layanan yang dapat dipahami semuanya" ucap Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB tersebut."Karya lebih utama dari Gaya" pesan awal Pj. Gubernur Sulawesi Barat dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk staff pelayanan publik pada sesi pemaparannya. Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H juga menyampaikan pentingnya mengetahui medan sebelum bertugas, sehingga dapat mempraktikkan branding marketing 4P (perception, people, product, process) dengan optimal.Berikutnya adalah pemaparan oleh Dr. Rohman Budijanto, S.H., M.H. Dibuka dengan latar belakang servant leadership yang ada sejak 1970-an dan berdampak besar di dunia, begitu pula Indonesia. "Penguatan kepemimpinan dalam pelayanan dapat dimaksimalkan dengan penerapan integritas, maklumat pelayanan, survei kepuasan masyarakat, indeks pelayanan publik, dan juga terus berinovasi" pesan Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) tersebut.ASN Belajar seri 43 dijangkau oleh 12.401 Sobat ASN yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia yang siap berpartisipasi dalam mewujudkan birokrasi yang berdampak.